Kamis, November 08, 2007

1,1 Juta Penonton untuk "Get Married"

Siapa sangka, persaingan film2 lebaran yg didominasi film2 horor, justru dimenangkan oleh satu2nya film komedi. Gw pernah nulis tentang Jelangkung 3, Kuntilanak 2, dan Pocong 3 yg bersaing untuk mendapat penonton paling banyak di musim lebaran. Dan gw waktu itu berharap Pocong 3 yg menang.

Ternyata gw salah besar. Karena yg paling sukses adalah "Get Married", sebuah film komedi yg gak pernah masuk perhitungan gw. Kalo gak salah, film terukses tahun ini adalah Terowongan Casablanca, dan Naga Bonar Jadi 2 yg masing2 meraih penonton lebih dari 1,2 juta orang.

Dan menurut kabar terakhir, Get Married ditonton gak kurang dari 1,1 juta orang dalam waktu cuman sebulan. Jadi tunggu beberapa minggu lagi, mungkin kita akan mendapat film paling laris tahun ini. Gak nyangka aja film komedi bakal merajai tahun ini.

Padahal film ini promosinya gak gede2 amat. Gw aja gak tau bakal ada Get Married sampe beberapa hari sebelum dirilis. Malah gw mikir, "Berani amat nih film? Pemutarannya bareng sama film2 besar kayak Kuntilanak 2 dan Pocong 3 yg promosinya lebih banyak. Paling gak laku dan langsung ilang dari bioskop."

Dan hasilnya, berbeda 180 derajat dari yg gw kira. Sementara Get Married masih adem ayem di bioskop2, 2 film horor tadi udah gak keliatan lagi. Kalo gw liat, kesuksesan film ini lebih karena tepat pada sasaran. Filmnya komedi, dan emang lucu banget. Kemunculan Ringgo, Desta dan Aming juga memberi nilai plus.

Banyak yg gak berharap banyak, dan "terpaksa" nonton film ini karena males nonton film horor. Tapi ternyata filmnya kocak dan memuaskan. Terus "berita positif" ini menyebar, dan orang2 yg mungkin tadinya gak tertarik jadi pengen nonton.

Sekarang pertanyaannya, apa ini berarti penonton udah bosen sama film horor? Mungkin aja. Walaupun film2 horor tahun ini masih laku. Misalnya tadi Terowongan Casablanca yg dapet 1,2 juta penonton. Atau Malam Jumat Kliwon yang sampe 900 ribu penonton lebih.

Tapi "kekalahan" film2 horor dari satu film komedi cukup menjadi tanda2 kejenuhan penikmat film Indonesia akan film horor. Dan menurut gw ini pertanda yg bagus, biar akhirnya produser2 mau bikin film2 dengan genre yg lain dan cerita yg lebih kreatif.

Karena gw pernah baca di internet, salah satu produser film horor bilang dia gak peduli sama kualitas filmnya selama filmnya itu laku keras. Ck..ck..ck... Bener2 komentar yg sangat bertanggung jawab. Makanya, supaya dia gak terus-menurus membodohi orang Indonesia, film2 horor kacangan itu HARUS gak laku. Dan film2 yg bagus HARUS laku.

Dan yg bisa membuat itu terjadi adalah penonton film Indonesia sendiri. Ya kita2 ini. Caranya dengan nonton film yg bagus, dan cuek sama film gak bermutu. Ya nggak? Cuman, emang sih gak gampang. Kita nonton bukan karena kualitas filmnya, tapi lebih karena selera. Dan gak tau kenapa, orang Indonesia suka banget sama film horor.

Tapi seperti yg gw bilang tadi, kesuksesan Get Married bisa menjadi salah satu pertanda yg bagus. Karena filmnya sendiri lumayan bermutu dan menghibur, walaupun masih ada kekurangan dari segi cerita. Selain itu film2 berkualitas lainnya juga mulai dilirik penonton, kayak Naga Bonar Jadi 2, atau Selamanya yg juga laris.

Sebenernya gw gak keberatan sama film horor, asal kualitasnya bagus. Pocong 2 & 3 salah satunya contohnya. So, tinggal gimana kitanya aja. Supaya bisa lebih pinter milih2 film. Biar perfilman Indonesia bukan film horor gak jelas doang, tapi lebih diwarnai film2 yg bisa dibanggakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar