Senin, September 03, 2007

Film Mahal = Film Bagus?

Weekend kemaren gw nonton beberapa film lagi di Q Film Festival. Sebagian ada film2 yg bisa dikategorikan film indie berbuget rendah, kalo diliat dari gambarnya yg video abis. Nah, gw belajar sesuatu dari film2 ini. Karena walaupun secara teknis masih jauh dari bagus, tapi filmnya cukup menghibur dan membekas di hati (taelah bahasanya....hehehe).

Yg pertama film Malaysia, "Goodbye Boys". Film ini tentang sekumpulan cowok2 remaja SMA yg mengikuti semacam ekspedisi boy scout gitu, dimana mereka harus berjalan kaki dari satu tempat, ke tempat lain yg sangat jauh. Mereka melakukan perjalanan itu sambil membawa masalah2 khas remaja mereka masing2. Di tengah2 juga ada perselisihan, tapi berakhir dengan persahabatan.

Gw sangat terhibur sama film ini. Masing2 tokoh punya karakter yg jelas, ada yg paling keren tapi nakal dan playboy, ada yg selalu mematuhi peraturan, ada yg kayaknya selalu in a bad mood tapi justru bikin penonton ketawa, ada yg gemuk tapi pinter, ada leadernya yg paling kuat, paling baik dan setiakawan, dan lain2. Semua karakter2 ini bikin kita peduli sama tokoh2nya. Dan menurut gw, ini yg paling penting dari sebuah film.

Hal yg sama gw rasain waktu nonton film Jepang, "First Love". Ceritanya tentang seorang anak SMA yg gay yg menyimpan permasalahannya sampai dia ketemu sepasang gay dan seorang teman mereka. Film ini kualitas gambarnya jelek, kameranya goyang2, editingnya juga amatiran. Tapi karakter2 setiap tokoh membuat kita peduli sama mereka, dan ikut terseret ke dalam perasaan mereka masing2. Dan ini yg membuat gw sangat menikmati filmnya.

Bandingin sama Heart, film Indonesia yg kabarnya berbiaya besar itu. Waktu gw nonton, gw sama sekali gak peduli sama tokoh2nya. Mau dia mati kek, mau idup kek, mau jadian kek, mau nggak, bodo amat. Itu karena dialog2 dan ceritanya yg gak bgt. Juga tokoh2nya yg gak jelas karakternya, yg bikin gw mikir, "Maunya apa sih nih orang?"

Jadi moralnya adalah, untuk bikin film yg bagus, gak perlu biaya yg mahal. Asal ceritanya (baca : skenarionya) bagus, sebuah film super murah bisa jadi sangat menghibur. Emang sih kalo punya duit berlebih dan memperbagus unsur2 teknisnya, filmnya bakal lebih bagus lagi. Tapi kan yg penting kita terhibur atau nggak. Ya kan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar